Ade Armando Kembali Jadi Tersangka, Hakim Putuskan SP3-nya Tidak Sah

Posted on

Maidany.com – Hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) Aris Bawono Langgeng memutuskan penerbitan Surat Perimtah Penghentian Penyelidikan (SP3) atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando, tidak sah.

Dalam sidang yang digelar, hakim mengabulkan permohonan pemohon Johan Khan, untuk melanjutkan kasus yang menimpa Ade Armando sebagai tersangka.

“Mengabulkan permohonan pemohon sebagian. Menyatakan tidah sah surat Perintah Penghentian Penyidikan Nomor SPPP/22/II/2017/ Ditreskrimsus tanggal 1 Februari 2017 Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya dan Surat Ketetapan Nomor S.Tap/22/II/2017 Ditreskrimum tentang surat Perintah Penghentian Penyidikan,” ujar Hakim Aris dalam pembacaan putusan sidang praperadilan di PN Jaksel, Senin (4/9/2017), seperti dilansir Liputan6.com.

Baca Juga : Lagi Traveling, Wanita Cantik Ini Malah Dinikahi Kepala Suku. Begini Nasibnya Kini…

Putusan itu diambil karena berbagai pertimbangan. Di antaranya yakni soal pernyataan ahli yang pada pemeriksaan awal telah menetapkan ada unsur penodaan agama dalam cuitan yang dilontarkan Ade Armando. Namun, pada pemeriksaan selanjutnya, ahli justru menyatakan sebaliknya.

“Menimbang bahwa ahli tidak konsuken, ahli dimana pada pemeriksaan ulang adalah penodaan agama tetapi sesudah adanya pemeriksaan tersangka dia menyatakan postingan tersebut adalah tanggapan dan ahli berpendapat postingan tersebut bukan penodaan agama,” lanjut Aris, seperti dilansir Kumparan.com.

Selain itu, hakim praperadilan mengatakan masih ada alat-alat bukti lain yang menurut hakim lebih tepat untuk diuji kembali oleh ahli.

Dia mengatakan, pertimbangan ini setelah melihat bukti P10 dan P12 yang belum diuji penyidik. Hakim sempat menyebut P10 dan P12 adalah unggahan lain dari Ade Armando di Facebook.

Baca Juga : Heboh Pernyataan Alissa Wahid (Anak Gus Dur), Samakan Biksu Budha Ekstrimis Myanmar dengan FPI

Karena itu, hal tersebut perlu diuji kembali. Apakah memang ada niat atau tidak dari Ade Armando melanggar UU ITE.

“Menurut pendapat kami masih ada bukti P10 dan P12 yang belum diuji. Dan itu bisa dibuka kembali, biar diketahui apakah ada niat Ade Armando dalam posting-annya,” tegas Hakim Aris.

Dengan dimenangkannya gugatan atas SP3 ini yang oleh pengadilan dinyatakan TIDAK SAH, maka Ade Armando kembali menyandang status sebagai tersangka.

Putusan ini disambut gembira pelapor kasus ini, Johan Khan. Dia langsung memekikkan takbir usai hakim membacakan putusannya. Tak hanya Johan, netizen juga ikut gembira seraya mengucapkan takbir atas keputusan hakim tersebut.

Baca Juga : Mencekam! Seperti Ini Pernyataan Telak Jonru Untuk Keceb*ng yang PANIK

Dianggap Nodai Agama

Johan Khan, pelapor kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang dilakukan dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando, mengajukan praperadilan terhadap Polda Metro Jaya.

Gugatan ini dilayangkan, lantaran polisi menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus Ade Armando.

Johan Kahn melaporkan Ade Armando pada Mei 2015 atas unggahan status di Facebook yang menuliskan, “Allah kan bukan orang Arab. Tentu Allah senang kalau ayat-ayat-Nya dibaca dengan gaya Minang, Ambon, China, Hiphop, Blues.”

Unggahan tersebut dianggap menodai agama. Ade Armando akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada Januari 2017. Ia dijerat Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Baca Juga : Terbongkar! Ada Pengkhianat di KPK. Agun : … Harus Kita Kejar

(Visited 95 times, 1 visits today)
Loading...