Aneh! Ini Alasan Pemerintah tak Ingin Kurs Rupiah Terlalu Kuat

Posted on

Maidany.com – Darmin Nasution, Menteri Koordinator Perekonomian mengatakan bahwa pemerintah tidak ingin nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terlalu kuat. Hal ini karena kurs rupiah yang terlalu kuat akan berpengaruh terhadap kinerja ekspor dan impor.

Baca Juga : PANAS Jelang Sidang Pemakzulan Jokowi.. Yudi Tantang Rezim Jokowi, Ini Katanya!!

Karena itu, pemerintah mendorong angka keseimbangan nilai tukar supaya rupiah tidak terlalu lemah maupun tidak terlalu kuat. ”Jangan dibilang sekarang sudah terlalu kuat, belum. Tapi kita nggak mau terlalu kuat,” kata Darmin, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/9).

Sebelumnya, dalam RAPBN 2018, DPR mengoreksi asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pemerintah mengusulkan Rp 13.500 per dolar AS, sementara DPR memangkasnya 100 poin menjadi Rp 13.400.

Menurut dia, nilai tukar rupiah yang terlalu kuat dan terlalu lemah akan berdampak pada sektor ekspor dan impor. Namun, Darmin enggan mengungkapkan berapa angka ideal nilai tukar rupiah.

Baca Juga : Ini Jawaban Pendiri ITJ “Mengapa Tiba-Tiba Banyak Akun Serang Deddy Mizwar?”

Meski demikian, ia menyatakan nilai tukar saat ini mendekati angka fundamentalnya. ”Fundamental itu nilai fair-nya berapa secara fundamental. Rasanya masih ada ruang sedikit lagi tapi nggak banyak,” tutup Darmin.

Sumber

 

(Visited 20 times, 1 visits today)
Loading...