Astagfirullah.. Setelah Sholat Jumat, Konflik Berdarah Pecah di Aqsa

Posted on

Maidany.com – JERUSSALEM. Jumat kelam dan berdarah terulang kembali di Al-Aqsa. Baru sekira dua jam lalu sejak tulisan ini diunggah, sesaat setelah salat Jumat dilangsungkan di Aqsa, Jumat (21/7), darah mengucur deras di muka teras, halaman depan masjid Al-Aqsa.

Tepat setelah ucapan salam dikumandangkan Imam dari mimbar Al-Aqsa, teriakan anak muda Palestina itu bergemuruh. Birruh Biddam Nabdika ya Aqsa! Dengan ruh, dengan darah, kami bela kau ya Aqsa!

Sesaat itu juga, konflik meletus tepat di depan halaman Al-Aqsa. Suara ledakan dan desing peluru pecah dari moncong senjata laras panjang Polisi Israel. Sementara ratusan anak muda Palestina hanya bersenjatakan batu dan berlindung di balik mobil dan tembok sebagai tameng.

Ratusan anak muda Palestina itu melawan dalam pertempuran terbuka, antara batu berhadapan dengan senjata laras panjang berpeluru tajam. Seorang narasumber laman Al Jazeera di Jerussalem mengatakan, setidaknya ada lebih dari 3.000 orang Polisi Israel yang diterjunkan di teras Al-Aqsa Jumat siang tadi.

Bahkan dari video yang beredar langsung dari lokasi, seorang anak muda Palestina ditendang dan diusir begitu saja oleh tentara Israel, selagi si anak muda bangun dari sujud, selepas salat Jumat di atas aspal halaman depan Al-Aqsa.

Media lokal Jerussalem mengabarkan, setidaknya sampai pukul 21.40 waktu indonesia atau 17.40 waktu Jerussalem, sudah ada tiga orang Palestina muda yang wafat. Sementara itu, lebih dari 150 warga Palestina lainnya terluka. Jumlah korban wafat dan luka dari pihak Palestina kemungkinan besar masih akan bertambah selama beberapa jam ke depan.

Dari video yang beredar beberapa jam lalu, polisi Israel tampak jelas menggunakan amunisi tajam, gas air mata, dan senjata berisi peluru karet. Gas air mata menyembur dari berbagai sudut. Tapi gemuruh teriakan Birruh Biddam Nabdika ya Aqsa! tak kalah nyaring digelorakan anak muda Palestina.

Konflik selepas salam Jumat siang tadi waktu Jerussalem dipicu oleh serangkaian tindakan semena-mena yang dilakukan oleh polisi Israel. Mulai dari penutupan total Al-Aqsa dari seluruh ibadah salat Jumat, tepat satu pekan lalu, Jumat (14/7).

Kemudian protes pun berlanjut lebih keras ketika Israel menerapkan kebijakan baru dengan memasang pintu detektor logam dan pemeriksaan ketat bagi siapa pun yang masuk ke dalam Al-Aqsa. Hingga akhirnya konflik berdarah meletus beberapa jam lalu selepas Salat Jumat.

Anak-anak Muda Palestina di Tepi Barat wajar penuh emosi dan geram, sebab sejak beberapa hari lalu Polisi Israel mengeluarkan peraturan tak tertulis yang menyebut hanya warga Palestina di atas umur 50 tahun yang boleh beribadah di dalam Al-Aqsa.

Sumber : ACTNews

(Visited 34 times, 1 visits today)
Loading...