Benarkah Kentut Tidak Selalu Membatal Sholat? Ini Dalilnya

Posted on

Maidany.com – Sebuah kisah menarik tentang tiga orang pemuda yang akan menjalankan shalat. Salah satu dari mereka sudah bersiap diri menjadi imam. Sedang dua orang lainnya memposisikan diri sebagai makmum.

Mereka bertiga shalat dengan begitu khidmatnya. Dua orang di belakang imam mengikuti gerakan yang dilakukan oleh imam.

(Baca juga : HEBOH Muncul Aplikasi MCA (Muslim Cyber Army) di Android)

Di pertengahan shalat, salah satu makmum itu kentut. Dan kedua temannya itu mengetahui. Tetapi, orang yang kentut itu tetap melaksanakan shalat hingga selesai.

Selesailah mereka melaksanakan shalat. Salah seorang dari mereka bertanya kepada temannya yang kentut, “Mengapa kamu tetap melaksanakan shalat, padahal tadi kamu kan kentut?”. Kemudian orang itu menjawab, “Kentut itu membatalkan wudhu, sedang saya tidak wudhu, jadi shalat saya tidak batal!”

Kisah tersebut menggambarkan pentingnya mencari ilmu. Apa hubungannya? Shalat jika tidak dibarengi dengan ilmu, ya akan sama seperti kisah tersebut. Padahal, sudah dijelaskan bahwa ketika akan shalat, kita harus berwudhu. Sedang orang yang kentut tadi tidak berwudhu terlebih dahulu.

Melaksanakan shalat seperti terlihat mudah. Kita hanya melakukan gerakan-gerakan sederhana dan bacaan yang cukup mudah dilantunkan. Hanya saja, jika tidak didasari dengan ilmu, maka hasilnya tidaklah sempurna. Bisa jadi, shalat yang bernilai ibadah itu, malah membawa keburukan bagi kita.

Sebanyak apapun kita melakukan ibadah, jika tidak memiliki ilmu, maka akan sia-sia. Hal ini terbukti dengan adanya suatu riwayat yang mengatakan bahwa orang yang tertidur tetapi memiliki banyak ilmu lebih ditakuti setan daripada orang yang banyak beribadah tanpa ilmu.

(Baca juga : Inilah Fakta Mengejutkan Tentang ‘SARACEN’ yang Tidak Banyak Diketahui)

Berbeda dengan kisah tiga pemuda tadi, ternyata ad kisah lain pada zaman Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim tentang kentut saat sholat.

Pada riwayat tersebut, Imam Muslim menyebutkan bahwa tidak semua perasaan seperti kentut itu membatalkan sholat. Lantas benarkah kentut tidak selalu membatalkan sholat?

Bukankah salah satu syarat sahnya shalat ialah berwudhu, dan kita tahu bahwa kentut itu akan membatalkan wudhu. Maka, ketika kita shalat, lalu kita buang angin (kentut), wudhu kita batal. Otomatis, shalat kita pun akan batal.

Permasalahannya adalah kentut yang keluar itu terkadang ada yang membingungkan. Salah satunya kentut yang tak bersuara dan tak berbau. Bagaimana jika hal itu terjadi pada diri kita ketika shalat. Apakah shalatnya batal?

Rasulullah ﷺ memberitahu kepada kita bahwasanya jika masih ada keraguan apakah angin yang keluar itu kentut ataukah bukan, maka tunggulah hingga terdengar suara atau tercium baunya. Sebagaimana hal tersebut diungkapkan dalam sabdanya, “Jika salah seorang di antara kalian mendapati ada terasa sesuatu di perutnya, lalu ia ragu-ragu apakah keluar sesuatu ataukah tidak, maka janganlah ia keluar dari masjid hingga ia mendengar suara atau mendapati bau,” (HR. Muslim no. 362).

Jika kita mendengar suara angin yang keluar dari rongga perut, maka shalatnya tidaklah batal. Hal itu berlaku jika belum keluar sesuatu, misalnya suara angin atau bau.

“Jika seseorang berwudhu lalu mendengar suara angin dalam rongga perutnya, maka keberadaan angin tersebut tidak membatalkan wudhunya. Hal itu jika belum keluar sesuatu (misalnya, suara angin atau bau, ed). Berdasarkan sabda Nabi ﷺ, ‘Jika seseorang dari kalian merasakan di perutnya sesuatu kemudian ia bimbang telah keluar sesuatu atau tidak, maka janganlah ia keluar dari mesjid hingga ia mendengar suara atau mencium baunya.’ Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya,” (Fatawa Lajnah Daimah: 5/256).

Jadi, ketika kita masih meragukan angin yang keluar, tak bersuara dan tak berbau tersebut adalah kentut atau bukan, maka tunggulah hingga ada sesuatu yang lebih meyakinkan. Baik itu dengan adanya suara atau bau yang menandakan bahwa itu kentut. Tetapi, jika belum juga ada, maka shalatnya masih bisa dilanjutkan. Wallahu ‘alam.

(Baca juga : Dialog Syaikh Ibrahim Tentang Anjing dan Kambing)

Sebab, dengan ilmu, kedudukannya akan lebih tinggi. Atas dasar ilmu, ia bisa mengetahui sesuatu dan dapat membedakan mana benar dan salah.

Oleh karena itu, kita jangan hanya terfokus menjalankan ritual ibadah saja. Mengetahui ilmu-ilmu tentang ibadah yang dilakukan penting kita pelajari. Sebab, ilmu dapat menyempurnakan ibadah yang kita lakukan. Sehingga, ibadah itu dapat benar-benar bernilai di mata Allah subhanahu wa Ta’ala.

Sumber

(Visited 59 times, 1 visits today)
Loading...