Berita terbaru! Akibat Cuaca Buruk, 2 Kapal Kandas di Lokasi yang Sama di Perairan Selat Bali

Posted on

Cuaca buruk terus terjadi sebulan terakhir di Selat Bali. Hal ini menyebabkan penyebrangan di Pelabuhan Gilimanuk Ketapang menjadi terganggu, dan mengakibatkan dua unit kapal KMP Karya Maritim II dan KMP Karya Maritim III terseret kencangnya arus dan kandas di Selat Bali tepatnya di kawasan larangan Buku Merah, Jumat (2/6/2017).

Pertama, kapal yang diseret arus yakni KMP Karya Maritim II. Kapal ini sedang bertolak dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk sebelum terseret arus dan kandas di seputaran lampu penanda sekitar 300 meter sebelah barat dermaga Landing Craft Machine (LCM) Pelabuhan Gilimanuk.

Berselang 30 menit kemudian, kapal ini berhasil keluar dari perairan dangkal dan kembali melanjutkan perjalanan.

Peristiwa yang sama kembali terulang sore harinya. Giliaran KMP Karya Maritim III yang terseret arus hingga kandas di lokasi yang sama. Kapal bertolak menuju Pelabuhan Ketapang dari dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk ini kandas lebih lama.

Hingga berita ini diturunkan, kapal tersebut masih kandas dan belum bisa dievakuasi.

“Cuacanya memang lagi buruk hari ini, tinggi gelombang terpantau tadi sekitar dua meter tingginya. Anginnya juga behembus cukup kencang, begitu pula dengan arusnya,” kata Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Klas III Gilimanuk atau Syahbandar Gilimanuk, I Made Astika.

Menurutnya, kandasnya kapal-kapal ini dikarenakan oleh faktor cuaca buruk yang tak kunjung membaik di lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.

Mengantisipasi hal serupa, kata dia, petugas kembali mengeluarkan imbauan kepada para nakhoda agar hati-hati saat berlayar.

Nakhoda diminta untuk benar-benar memperhatikan kondisi cuaca di perairan, kecepatan angin serta pasang surut air laut terutama ketika memasuki kawasan perairan dangkal di sekitar Buoy Merah di sebelah Barat dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk.

Selain itu, para penumpang diminta untuk mematuhi segenap peraturan penyeberangan laut yang ada. Terutama, memakai life jacket saat melangsungkan penyeberangan.

“Tadi sudah bisa keluar sendiri kapalnya untuk yang KMP Karya Maritim II. Tapi untuk KPM Karya Maritim III memang sampai saat ini masih kandas. Kalau nanti tak bisa keluar, ya terpaksa harus dievakuasi dengan menggunakan Tug Boat,” pungkas Astika. [tribunnewscom]

(Visited 8 times, 1 visits today)
Loading...