Berpuasa Tapi Tidak Sahur Terlebih Dahulu, Bagaimana Hukumnya?

Posted on

Puasa bagi umat Islam adalah keharusan yang harus dilaksanakan. Puasa sendiri sebagaimana tuntutannya dalam Islam adalah menahan diri dari makan, minum dan hal-hal lainnya yang dapat membatalkan puasa sebelum Subuh hingga menjelang Maghrib. Lalu, bagaimana hukumnya saat seseorang puasa tidak sahur terlebih dahulu? Apakah puasanya akan sah?

Tidak sahur bukanlah alasan logis seorang Muslim untuk tidak puasa. Jika hal tersebut dijadikan acuan maka hal tersebut tidak ada dasarnya.

Sahur hukumnya dianjurkan ketika puasa, namun bukan inti puasa. Maksudnya, bukan berarti seseorang tidak sahur, maka ia juga dibolehkan untuk tidak puasa. Pendapat demikian tidaklah tepat.

Rasulullah SAW tidak pernah mengajarkan bahwa di antara syarat sah puasa adalah makan sahur. Karena itu, puasa seseorang tetap sah sekalipun paginya tidak sahur.

Dalil tegas yang menunjukkan hal ini adalah hadits dari ummul mukminin Aisyah radiallahu’anha menceritakan, “Suatu hari, Nabi Saw menemui kami, dan bertanya, ‘Apakah kalian punya makanan?’ Kami menjawab, ‘Tidak’. Kemudian Beliau bersabda: “Kalau begitu, Saya akan puasa.” (HR. Muslim)

Pada hadits ini, Nabi Saw mendatangi istrinya di pagi hari. Beliau menanyakan kepada istrinya, apakah di rumah ada makanan untuk sarapan. Artinya, Nabi Saw tidak memiliki niat puasa ketika itu.

Kemudian ketika Aisyah menjawab bahwa beliau tidak memiliki makanan, Nabi Saw melakukan puasa. Ini menunjukkan bahwa pada malam harinya Nabi Saw tidak makan sahur.

Karena pada malam itu, tidak ada keinginan dari beliau untuk berpuasa. Beliau baru menyatakan berpuasa di pagi harinya.

Sumber : islampos.com

(Visited 3 times, 1 visits today)
Loading...