Di Mina, Syaikh Abdul Karim : Indonesia Memerlukan Do’a Kita

Posted on

Maidany.com – Mina – Wukuf di Arafah adalah inti dari ibadah haji. Wukuf merupakan replika di Padang Mashar. wukuf ini merupakan suatu tamsil bagaimana kelak manusia dikumpulkan di suatu padang Masyhar dalam formasi antri menunggu giliran untuk dihisab oleh Allah SWT. Wukuf adalah suatu contoh sebagai peringatan kepada manusia tentang kebenaran Illahi.

Status hukum Wukuf di Arafah adalah rukun yang kalau ditinggalkan maka Hajinya tidak sah. Wukuf juga merupakan puncak ibadah Haji yang dilaksanakan di Padang Arafah dan pada tanggal 9 Zulhizah. sebagaimana sabda Rasulullah :

Alhaju arafah manjaal yalata jam’in kabla tuluw ilafji pakad adraka alhajj (diriwayatkan oleh 5 ahli hadis)

artinya : “Haji itu melakukan wukuf di Arafah”

Baca juga : Sekjen PBB Kofi Annan Minta Indonesia Bantu Rohingya, Ini Tanggapan Presiden

Rabu siang waktu Mekkah, sebagian besar jamaah haji tahun 2017 sudah berada di Mina untuk melakukan tarwiyah. Mereka mulai memenuhi tenda-tenda di lembah Mina sejak Selasa (29/08) waktu setempat.

Di sela-sela waktu menunggu pemberangkatan esok hari ke Padang Arafah untuk wukuf, sebagian jamaah mengisi waktu mereka dengan zikir, doa dan tausiyah. Salah satunya tenda Maktab 96 tempat 400-an tamu Kedubes Saudi asal Indonesia tinggal.

Selepas shalat Zuhur berjamaah, Syaikh Abdul Karim, salah satu pengajar Ma’had Isy Karima Karanganyar Jawa Tengah memberikan tausiyah singkatnya.

Syaikh Abdul Karim menekankan para jamaah untuk memperbanyak doa, terutama doa untuk negeri Indonesia. “Indonesia negeri Islam, butuh doa kalian,” kata Syaikh asli Yaman itu. Dia juga mengingatkan agar jamaah menjaga keikhlasan, salah satunya dengan menghindari selfie.

Baca juga : Miris bekerja mati-matian jadi montir demi wisuda sang istri, ketika lulus istri minta …

Tak lupa, Syaikh juga mengingatkan cuaca Padang Mina yang panas ini. “Ini belum seberapa panasnya dengan cuaca kelak di Padang Makhsyar yang maha panas. Kalau kita tidak bisa bersabar sedikit menghadapi panasnya dunia, bagaimana mungkin kita selamat dari panasnya akhirat?” tegasnya.

Sebagai catatan, sekitar 400 jamaah haji Indonesia mendapatkan undangan dari Kedutaan Besar Arab Saudi. Mereka terdiri dari berbagai latar belakang profesi, mulai tokoh masyarakat, dai, pengajar pesantren, penghafal Al-Qur’an hingga aparat keamanan dari TNI dan Polri.

sumber

(Visited 26 times, 1 visits today)
Loading...