Dihentikan Polisi, Mantan Istri Akan Ajukan Praperadilan Terkait Kasus Mario Teguh

Posted on

Maidany.com – Aryani Sunarto, mantan istri motivator Mario Teguh serta anaknya Ario Kiswinar akan mengajukan praperadilan setelah kasus mereka dihentikan oleh penyidik Polda Metro Jaya.

“Pasti akan praperadilan, nanti di sidang saya akan putar lagi videonya,” kata Ferry Amarhoseya, pengcara Aryani dan Ario ketika dihubungi, Kamis (17/8/2017).

Aryani dan Ario melaporkan dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Mario Teguh di Kompas TV pada Oktober 2016 lalu. Ferry menyebut sejak saat itu, polisi terkesan tidak sungguh-sungguh menangani kasusnya.

(Baca Juga : SALUT! Ujang : Momen Seperti Inilah yang Ditunggu-tunggu Rakyat Indonesia)

Ia sempat menerima surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) pada 7 Juli 2017 lalu. Namun sebulan kemudian, penyidik mengirmkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) dengan alasan kasusnya tak cukup bukti.

“Katanya kan Mario bilang ini masalah keluarga. Saya bilang bukan karena Ibu Aryani tidak punya hubungan keluarga sejak 24 tahun lalu. Nah dia menyerang Aryani karena menangkal Kiswinar. Nah ini jadi tercemar,” ujar Ferry.

(Baca Juga : Tragis.. Peserta Lomba Panjat Pinang Tewas Terjatuh dari Ketinggian 7 Meter)

Ferry mengatakan saat ini pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti. Ia meminta kasus ini terus diproses hingga peradilan karena bentuk penghinaan perempuan. Apalagi, hingga saat ini, permintaan maaf yang dituntut Aryani dan Kiswinar belum juga dipenuhi.

“Itu yang kita tuntut, permintaan maaf dengan konsepnya dari kami, yaitu dia tampil di TV dan surat kabar, minta maaf akui dia keliru, khilaf, emosiona, sombong, arogan. Itu baru namanya gentleman, yang kami tuntut itu kok,” kata Ferry.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menghentikan penyelidikan kasus dugaan pencemaran nama baik yang menjerat motivator, Mario Teguh. Mario dilaporkan oleh Ario Kiswinar yang merasa dicemarkan nama baiknya.

(Baca Juga : News! Gerindra-PKS Resmi Usung Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu)

“Iya sudah di SP-3 (surat pemberitahuan penghentian penyidikan),” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, kepada Kompas.com, Rabu (16/8/2017).

Sumber

(Visited 44 times, 1 visits today)
Loading...