Fatal! Inilah Akibat Marah Saat Berpuasa

Posted on

Allah memerintahkan kita berpuasa untuk menahan amarah atau emosi. Artinya, orang yang berpuasa diminta untuk menghindari pertengkaran. Jangan sampai ibadah berpuasa Anda dalam menahan lapar dan haus menjadi sia-sia.

 
Dr. Abdul Jawwad ash-Shawi menjelaskan dalam bukunya ‘Terapi Puasa’, ketika seseorang yang sedang puasa emosi dan marah, maka adrenalin akan meningkat tajam. Bahkan, jumlahnya 20 kali lipat lebih banyak dari saat tidak puasa. “Karena adrenalin ini bekerja mengendurkan otot pelembut di sistem pencernaan,” katanya.

 
Jika marah saat siang atau sore hari, di masa pascapenyerapan, maka sisa cadangan glikogen yang tersimpan akan terurai. Protein tubuh akan dikonversi jadi asam amino dan lebih banyak asam amino yang teroksidasi.

 
Adrenalin juga memperkecil kontraksi kantong empedu, menyempitkan pembuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah arterial, hingga menambah volume darah yang mengalir ke jantung. Proses penyerapan makanan akan terhambat jika seseorang yang sedang puasa marah.

 
Diriwayatkan Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda “Jika salah seorang kalian berpuasa, maka hendaklah ia tidak berkata atau berbuat jorok, berteriak-teriak, membuat gaduh. Kemudian jika ada seorang yang memaki-maki atau menantang berkelahi, maka hendaklah ia mengatakan ‘saya sedang puasa’.” (HR Bukhari dan Muslim).

 

Karena marah akan membuat kita jadi lebih berkeringat. Sehingga tubuh akan kehilangan energi yang seharusnya dihemat. Maka tidak heran jika Rasulullah SAW menyarankan kita untuk menghindari amarah, emosi, pertengkaran.

(Visited 20 times, 1 visits today)
Loading...