Aung San Suu Kyi

GAWAT!! Myanmar Ancam Adukan Indonesia ke Dewan HAM PBB Jika Berani Membongkar Patung Dewa Perang

Posted on

Maidany.com – Patung raksasa Dewa Perang China Kwan Seng Tee Koen yang berdiri megah setinggi 30 meter di Kelenteng Kwan Swie Bio Kabupaten Tuban, Jawa Timur, masih menjadi permasalahan. Patung dewa perang ini telah lama menimbulkan kontroversi luas. Banyak massa yang menyerukan agar patung tersebut dibongkar dan dirobohkan.

Pejuang demokrasi Myanmar, Aung San Suu kyi, menyatakan bahwa wacana pembongkaran Patung Dewa Perang Kwan Sing Tee Koen di Tuban merupakan tindakan tak terpuji dan mencemari prinsip kebebasan beragama.

Untuk itu, ia mengajak beberapa negara di kawasan ASEAN yang penduduknya mayoritas beragama Buddha seperti Thailand untuk menekan Indonesia.

(Baca Juga : Presiden Filipina: “Ketimbang Pasukan AS, Saya Lebih Inginkan TNI Bantu Tumpas Teroris”)

“Pembongkaran itu bisa melukai perasaan umat. Kami berharap Indonesia merevisi keputusannya. Karena putusan tersebut akan merusak reputasi Indonesia sebagai negara yang toleran,” sambungnya.

Seandainya Indonesia berkeras, Syuu Ki, bahkan, mempertimbangkan akan membawa masalah ini ke Dewan HAM PBB.

Kehadiran Patung Dewa Perang Kwan Sing Tee Koen di Tuban memang kian menimbulkan polemik. Patung yang baru saja dinobatkan MURI sebagai patung terbesar se-Asia Tenggara itu telah diresmikan pada Senin, 17 Juli 2017.

(Baca Juga : Pengamat Nilai Jokowi Akan Diuntungkan Jika Pilih Najwa Jadi Mensos, Ini Alasannya)

Patung senilai Rp 2,5 Miliar itu memunculkan kontroversi di Indonesia.

Guru besar ilmu politik Universitas Indonesia (UI) Nazaruddin Sjamsudin, mengingatkan kemungkinan adanya skenario “lanjutan” setelah pembangunan patung Dewa Perang Cina itu.

“Ini baru patung, sebentar lagi pangkalan AL Cina di Pontianak, Semarang, dan Palembang. Awas!” tulis Nazaruddin di akun Twitter @nazarsjamsuddin me-retwet akun @LUPUZTop1.

Kabarnya, pihak Kelenteng Kwan Sing Bio akan kembali membangun patung Dewi Kwan Im dengan besar dan tinggi yang sama.

(Baca Juga : PUSING ??!! Atasi Tanpa Obat. Share Manfaat Ini)

Sementara itu, patung raksasa itu kini ditutupi kain putih. Kabag Humas dan Media Pemerintah Kabupaten Tuban, Agus Wijaya, mengatakan, pengelola kelenteng sudah berinisiatif menutup sementara patung tersebut dengan kain putih.

“Syukur, sebelum kami minta agar ditutup, pengelola patung sudah memiliki inisiatif untuk menutup patung terlebih dahulu sejak 2 hari lalu,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (8/8/2017). (cna/rs)

Sumber

(Visited 56 times, 1 visits today)
Loading...