GEMPAR! Pengakuan Mengejutkan Pria yang Pernah Bekerja di Pulau Reklamasi buat Netizen Geleng Kepala

Posted on

Maidany.com – Hal unik dialami oleh seorang warga Kamal Muara, Acul. Reklamasi Pulau G menyisakan banyak cerita bagi warga Kamal Muara, Pluit, Jakarta Utara. Kampung ini memang hanya berjarak 500 meter dari Pulau G.

Acul mengatakan, pada awal kehadiran proyek reklamasi, pengembang sibuk mencari warga sekitar pulau untuk bekerja di sana.

Acul salah satu yang tertarik untuk bekerja di sana. Dia bahkan sempat menjadi pimpinan rombongan pekerja pada 2011 lalu. “Saya leader di sana. Saya bawa 50 orang warga Kamal Muara,” kata Acul di Pelabuhan Kamal Muara, Jakarta Utara, Jumat (20/10).

Selama bekerja di Pulau G, Acul dan warga lainnya mengerjakan apa saja yang dibutuhkan oleh pengembang saat itu. Mulai mengangkat material bangunan hingga membuat jalan akses kendaraan pembawa material. “Saat itu, cuma dikasih tahu bantu buat pulau,” tutur Acul.

Acul sempat bertahan bekerja di Pulau G selama 4 tahun. Selama itu pula, dia dibayar Rp 75 ribu per hari termasuk uang makan. Tanpa asuransi dan biaya pengobatan apabila ada kecelakaan kerja atau sakit.

“Itu kan kerja harian. Harusnya kalau enggak masuk ya enggak dibayar,” imbuh pria berusia 40 tahun itu.

Sampai akhirnya dia mendengar informasi soal dampak lingkungan akibat proyek itu. Dia akhirnya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan setelah 4 tahun bekerja. “Saya keluar karena takut ada dampak buruk buat kampung saya,” ujar pria asli Muara Kamal ini.

Kini dia kembali menjadi nelayan. Setidaknya ada 3 kapal yang diurusnya saat ini. Satu kapal untuk menangkap ikan dan dua kapal lainnya untuk kebutuhan pariwisata. “Kalau lagi bagus ya melaut cari ikan. Kalau enggak bawa penumpang ke Pulau Seribu,” ucap Acul.

Proyek reklamasi kembali dilanjutkan setelah moratorium dicabut pemerintah. Di sisi lain, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno tetap menolak reklamasi.

Sumber

(Visited 12,328 times, 40 visits today)
Loading...