GEMPAR! Rahasia Mengerikan di Bawah Es Antartika, Bumi Terancam!

Posted on

Maidany.com – Selama ini kita melihat wilayah Antartika selalu ditutupi es. Wilayah paling selatan di Bumi itu seolah tenggelam dalam musim dingin abadi. Namun siapa sangka, sebuah penemuan terbaru di Antartika seakan-akan telah membalikkan fakta-fakta tersebut.

(Baca juga : Subhanallah.. Ternyata Bumi Pernah Alami 5 Kiamat, Kiamat ke 2 yang Bikin Merinding!)

Setelah memecahkan gunung es raksasa, yang merupakan ke empat terbesar di Antartika, para ilmuwan menemukan sebuah gunung berapi terbesar di Bumi. Gunung berapi itu terdapat di kedalaman 2 kilometer di bawah permukaan lapisan es yang menutupi Antartika barat.

Kejutan yang tak terduga itu ditemukan oleh para periset dari Edinburgh University di Edinburgh, Skotlandia, Britania Raya.

Dampak Bila Gunung Itu Meletus

Salah satu pakar gletser, Robert Bingham, menyebutkan dalam makalahnya, jika salah satu dari gunung vulkanik itu meletus, maka dapat mengacaukan lapisan es Antartika barat.

Penemuan ini sangat penting karena aktivitas gunung berapi memiliki beberapa efek serius di planet ini. Jika meletus, es pasti akan mencair dan berakibat pada naiknya permukaan air laut.

Ahli geologi juga memprediksi bahwa Antartika barat akan menjadi tempat paling terdampak oleh gunung berapi tersebut. Masalahnya, pemanasan global telah dimulai di wilayah ini.

Ukuran Gunung Itu

Gunung berapi tersebut memiliki ketinggian berkisar 100 meter hingga 3.850 meter. Untuk mengetahui ketinggian gunung, periset melakukan pengukuran menggunakan radar penembus lapisan es yang dibandingkan dengan catatan dan database satelit.

Penemuan gunung berapi di bawah lapisan es ini diprakarsai oleh Max Van Wyk de Vries, seorang mahasiswa Edinburgh University yang mendorong para peneliti untuk mengetahui lebih jauh tentang gunung berapi di bawah lapisan es.

(Baca juga : Ternyata Beberapa Daftar Barang Ini Sebaiknya tidak Dibeli di Supermarket)

” Sebagai ilmuwan muda, saya sangat senang bisa belajar tentang sesuatu yang baru dan yang belum dipahami dengan baik,” kata Max Van Wyk de Vries kepada Sky News.

” Setelah memeriksa data yang ada di Antartika barat, saya mulai menemukan jejak-jejak gunung berapi. Tentu saja saya melihatnya lebih jauh, sehingga muncul penemuan ini,” tambah dia.

Sumber

(Visited 20 times, 1 visits today)
Loading...