Hebat! Di Usia 60 Tahun, Purnawirawan TNI ini Berhasil Menghafal Al-Qur’an 30 Juz

Posted on

Salah satu alasan terbanyak masyarakat umum adalah usia dewasa yg menjadi alasan untuk tidak menghafal Al Qur’an.

Bagi sebagian orang, usia kerap kali menjadi halangan untuk menghafal Alquran. Tapi bagi sebagian lainnya, hal tersebut bukanlah kendala untuk terus menghafal kalam Allah hingga tuntas.

Teladan inilah yang dicontohkan oleh Sersan Mayor (Purn) Masrukhin, pria yang sehari-hari menjaga keamanan PP. Madrasatul Qur’an, Tebuireng.

Di usianya yang sudah menembus enam dekade (60 tahun, red), pensiunan TNI ini berhasil menghafal Al Qur’an 30 juz bil ghoib.

Dalam Wisuda Hafizh XXVIII dan Khotmil Quran Binnadlor XXVI PP. Madrasatul Qur’an Tebuireng, Sabtu (24/12/2016), pak Masrukhin yang mengenakan batik biru, menjadi wisudawan tertua dari total 86 wisudawan hafidh. Decak kagum hadirin bertepuk tangan haru saat nama pak Masrukhin dipanggil oleh protokol acara untuk maju ke atas panggung.

Masrukhin yang mengenakan batik biru pada Wisuda Hafizh XXVIII dan Khotmil Quran Binnadlor XXVI PP, Madrasatul Qur’an Tebuireng, Sabtu (24/12/2016)

Seperti dilansir Tebuireng, Pak Mashrukin mengawali hafalan qurannya sejak tahun 2011 di samping profesinya sebagai penjaga keamanan, beliau memanfaatkan waktu luang untuk menghafal. Baris demi baris, halaman demi halaman, lembar demi lembar beliau lalaui dengan telaten dan sabar serta penuh semangat.

Hafalan Quran yang sudah dihafal, beliau setorkan kepada ustadz Amanullah S.Pdi. Setiap hari minimal satu lembar ia hafal, walau kadang kurang, perjuangan itu beliau jalani dengan sabar. Beliau mengakui awalnya memang berat namun dengan tekad yang kuat dan konsisten akhirnya kendala tersebut dapat di atasi.

Keberhasilan beliau menghafal Alquran mendapatkan pujian dan banyak ucapan selamat, tak tekecuali Pengasuh Pesantren Tebuireng, Dr. Ir. KH. Salahuddin Wahid. Dalam akun twitter pribadinya, @Gus_Sholah, memuji pak Masrukhin, “Tadi ada wisuda 80 hafidz Al Qur’an di Tebuireng. Ada yang berusia 60 tahun masih semangat menghafal al Qur’an. Hebat sekali,” cuitan beliau yang kemudian viral menyebar di media sosial.

“Kudu fastaghil gak oleh kosong (harus aktif tidak boleh menganggur),” ujar beliau saat memberikan tips menghafal Alquran. Beliau juga berpesan kepada para santri, khususnya para penghafal Al Qur’an untuk segera bangkit dalam menghafal Al Qur’an, tidak putus asa, dan tidak berteman dengan setan (berbuat maksiat). Hal itulah yang membuat kakek pejuang Al Qur’an tersebut dapat menepis pesimistis sebagian orang yang sudah lanjut usia untuk bisa menghafal Al Qur’an. [islamedia/abe/ NY]

(Visited 39 times, 1 visits today)
Loading...