(Regional Liputan6)

Hina Polisi di Status Facebook, Yuni Meminta Maaf Sambil Menangis

Posted on

Yuni, gadis asal Jambi ini akhirnya bisa bernapas lega setelah meminta maaf di Mapolres Bungo, Provinsi Jambi. Yuni yang sebelumnya dijemput polisi karena kedapatan latah di Facebook dikarenakan mengunggah status bernada menghina polisi.

Gadis berusia 20 tahun itu akhirnya dibebaskan dari ancaman jeratan Pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), karena pertimbangan kemanusiaan.

Dihubungi di Muarabungo, ibu kota Kabupaten Bungo, Kapolres Bungo AKBP Budiman Bostang Panjaitan membenarkan Yuni telah dibebaskan dengan pertimbangan kemanusiaan.

Budiman, Jumat (2/6/21017) mengatakan “Dia (Yuni) juga diminta membuat permintaan maaf secara tertulis di atas materai dengan syarat tidak mengulangi perbuatannya lagi,”.

Budiman juga mengimbau agar kasus Yuni bisa menjadi pelajaran bagi siapa pun untuk tidak mudah mengunggah status atau ujaran kebencian di media sosial. Sebab, hal itu bisa berhadapan dengan hukum.

Ia menegaskan alat bukti dalam kasus si gadis Jambi terpenuhi. Namun karena pertimbangan kemanusiaan karena yang bersangkutan adalah seorang asisten rumah tangga dan telah meminta maaf secara terbuka, polisi membebaskannya.

“Bahwa saya mengaku bersalah dan meminta maaf kepada Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Mapolres Bungo, karena saya telah bersalah menghina kepolisian lewat akun FB milik saya pribadi. Jika saya mengulangi lagi kesalahan di atas, maka saya bersedia dihukum sesuai aturan hukum yang berlaku,” ujar Yuni mengucapkan maaf diiringi tetes air mata.

Proses “pembebasan” Yuni dilakukan pada Kamis, 1 Juni 2017. Usai mengucapkan kalimat maaf dengan disaksikan anggota Polres Bungo, gadis berjilbab itu pulang dengan dijemput keluarganya.

Sumber : Liputan6.com

(Visited 57 times, 1 visits today)
Loading...