INFO! Mulai Agustus Pengendara Motor di Trotoar akan Didenda Rp500 Ribu

Posted on

Maidany.com – Mulai Agustus Pemprov DKI Jakarta menetapkan sebagai bulan tertib trotoar. Mereka akan menyisir sekitar 155 titik di seluruh penjuru ibukota untuk mengembalikan fungsi trotoar sebagai jalan bagi pejalan kaki.

Bukan lagi untuk lahan jualan pedagang kaki lima (PKL) dan jalan alternatif pengendara motor untuk menghindari macet. Karena selama ini, trotoar memang sudah mulai berubah fungsi di sebagian besar wilayah administrasi DKI Jakarta.

Trotoar sering dialihfungsikan dan hampir tiap hari masyarakat DKI dan sekitarnya menggunakan trotoar untuk kepentingan di luar kepentingan pejalan kaki. Akibatnya, hak-hak para pejalan kaki sering terampas.

(Baca juga : Ramalan JK TERBUKTI !!! Media-media Penyanjung JOKOWI Mulai Beritakan LESUNYA EKONOMI)

Bagi warga ibukota, trotoar dapat dikategorikan sebagai jalan “ekstra”. Di tengah kemacetan ibukota, sejumlah pengendara, terutama pengendara motor roda 2 sering mengendarai motor mereka di atas trotoar. Hal itu menjadi solusi “singkat” bagi para pengendara yang mengejar waktu untuk tiba di tempat tujuan saat menghadapi kemacetan.

Raka (38) merupakan salah satu pengendara yang menggunakan trotoar dengan alasan tersebut. Pria asal Setiabudi, Jakarta Selatan ini mengaku pernah menjadikan trotoar sebagai jalan alternatif menghindari macet demi mencapai tempat tujuan.

“Kita memang pernah lakuin. Itu udah titik jenuh dan macet. Jadi ada sela untuk cepat sedikit ya kita ambil,” kata Raka saat berbincang dengan Tirto di Kuningan, Jakarta, Rabu (2/8/2017).

Akan tetapi, Raka enggan bercerita secara rinci momennya menaiki trotoar. Pria yang juga wiraswasta ini menutup pengalamannya kepada publik karena malu telah melakukan pelanggaran lalu lintas. Namun, ia bercerita kalau dirinya suka menaiki trotoar di masa lalu.

Menurut dia, biasanya mereka yang menggunakan trotoar sebagai jalan alternatif punya dua pertimbangan. Selain alasan kecepatan, ia menaiki trotoar dengan melihat kondisi sekitar. “Kedua liat-liat juga enggak ada orang. Karena malu bang sebetulnya. Sumpah. Kalau ditendang juga memang salah kita,” kata Raka.

Raka mengaku dirinya memang belum pernah ditendang oleh warga karena berkendara di trotoar. Namun, ia selalu menerima omelan dari warga setiap kali naik ke trotoar. “Cuma kalau dia mau ngomelin emang salah kok. Pernah sih diomel-omelin. Enggak masalah. Diam saja,” kata Raka.

(Baca juga : Heboh Beredar Tulisan “Ramalan Jayabaya yang Dipercaya Jadi Kenyataan”)

Saat ini ia mengaku jika dirinya sudah taubat untuk tidak berkendara lagi di atas trotoar. Apalagi sepengetahuan Raka, polisi tengah menggalakkan operasi bagi para pengendara motor di trotoar. Selain itu, denda yang diberikan juga cukup tinggi, yakni Rp500 ribu.

Raka menambahkan, dirinya ingin pihak kepolisian tidak tebang pilih. Menurutnya, penyalahgunaan trotoar juga dilakukan warga lain, seperti untuk berjualan. Ia mengklaim para pedagang tersebut diorganisir kelompok tertentu. Ia berharap, pemerintah berkomitmen memberantas penyalahgunaan wewenang tidak hanya kepada pengendara motor di trotoar.

Sumber

(Visited 21 times, 1 visits today)
Loading...