Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini

Ini Gebrakan PKS Galang Solidaritas Kemanusiaan Untuk Rohingya

Posted on

Maidany.com – Kekejaman pemerintahan Myanmar terhadap etnis minoritas Muslim Rohingya terus berlanjut. Warga Muslim Rohingya telah disiksa dan dibunuh hanya karena mereka ingin hidup dalam budaya dan iman Islam.

Serdadu pemerintah Myanmar semakin ganas menyerang warga Rohingya di daerah Maungdaw, Buthidaung, dan Rathedaung di Negara Bagian Rakhine. Mereka tidak pandang bulu melepaskan tembakan. Targetnya mulai dari lelaki, perempuan, lansia, hingga anak-anak. Perkampungan mereka turut dibakar, seperti dilansir dari laman Al Jazeera, Senin (28/8).

Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyarankan pemerintah Indonesia untuk mendorong negara-negara ASEAN membela etnis Rohingya di Myanmar yang mendapat kekerasan dari militer dan pemerintah negara itu.

Baca Juga : Paus Fransiskus: Karena Beragama Islam Rohingya Disiksa, Diperkosa, dan Dibunuh

Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini menegaskan, tragedi kemanusiaan yang terjadi terhadap etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar harus segera dihentikan. Jazuli Juwaini mengaku sedih dan prihatin atas tragedi pembantaian tersebut.

“Apa yang terjadi di Rohingnya sangat menyedihkan, di luar akal sehat dan nurani kemanusiaan kita yang beradab, sehingga tidak bisa lagi ditolelir,” katanya kepada redaksi, Selasa (29/8), seperti dilansir Rmol.

Anggota Komisi I DPR RI itu meminta seluruh dunia untuk bersatu menghentikan konflik yang telah menyita perhatian internasional itu.

“Atas nama tanggung jawab kemanusiaan universal kita harus menghentikan pembantaian manusia di sana,” tegas Jazuli.

Sebagai langkah konkret, Jazuli mengaku akan menggalang solidaritas kemanusiaan untuk Rohignya di Parlemen. Selain itu, ia juga akan mendorong Pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri untuk secara aktif melakukan diplomasi multitrack yang efektif guna menyelematkan komunitas muslim Rohingya.

“Kami di Fraksi PKS akan berusaha sekuat tenaga untuk membantu saudara-saudara kita di sana melalui berbagai saluran dan kewenangan yang kami miliki, semata-mata atas nama kemanusiaan yang adil dan beradab,” pungkas Jazuli.

Baca Juga : Gempar! Pasukan Taliban dan Muslim China Siap Bergerak ke MYANMAR untuk ROHINGYA

Tidak hanya Jazuli, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman pun ikut menyuarakan penghentian seluruh tindak kekerasan terhadap etnis Rohingnya di Myanmar.

“Indonesia sebagai negara besar dan demokratis di ASEAN harus lebih aktif menjaga stabilitas keamanan di kawasan,” kata Mohamad Sohibul Iman dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (24/11/2016), seperti dilansir liputan6.

Indonesia harus lebih aktif mendorong pimpinan negara-negara ASEAN agar mendesak pemerintah Myanmar menghentikan seluruh tindak kekerasan, pembunuhan massal, perampasan dan pengusiran terhadap etnis Rohingnya di Rakhine State (Arakan), Myanmar.

Dia mengatakan, Indonesia beserta anggota negara ASEAN harus memperjuangkan pengakuan kembali secara legal-konstitusional status etnis Rohingya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari warga negara Myanmar.

Indonesia juga harus mendorong negara-negara ASEAN untuk berpartisipasi dalam memberikan fasilitas penampungan sementara bagi para pengungsi Rohingya yang terusir dari negerinya.

Serta menjadikan masalah tersebut sebagai agenda perjuangan bersama di Dewan HAM ASEAN, PBB dan forum internasional lainnya.

Baca Juga : Dialog Syaikh Ibrahim Tentang Anjing dan Kambing

PKS sendiri mengecam tindakan kekerasan, pembunuhan massal, perampasan dan pengusiran terhadap etnis Rohingya yang dilakukan pemerintah dan militer Myanmar serta kelompok etnis Myanmar lainnya.

“Tindakan tersebut merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak bisa diterima oleh masyarakat Indonesia, negara-negara anggota ASEAN dan juga masyarakat internasional,” tegas Sohibul.

PKS juga menyerukan kepada rakyat Indonesia untuk senantiasa mendoakan dan memberikan bantuan kepada etnis Rohingya agar diberikan keselamatan dan kedamaian serta tidak terprovokasi oleh hal-hal yang menimbulkan dampak keamanan dan ketertiban di Indonesia.

(Visited 68 times, 1 visits today)
Loading...