Inilah 10 Informasi Tentang Etnis Rohingya yang Harus Diketahui

Posted on

Maidany.com – Rentetan kekejaman terhadap Muslim Rohingnya di Arakan, Myanmar, masih terus berlangsung. Sejauh ini, jumlah Muslim yang tewas mencapai 15 ribu orang. Sebanyak 30 ribu Muslim dinyatakan hilang, sedangkan 5.000 orang lainnya ditahan, yang kebanyakannya adalah pemuda. Demikian laporan Nahzdatul Mufaqqirin, seperti dirilis EraMuslim, Jum’at (29/6).

Terdapat banyak versi yang menyebutkan penyebab pembantaian ini terjadi. Ada yang menyebutkan Pembantaian terhadap Mulim Rohingya ini bermula dari provokasi Biksu Wirathu yang sangat membenci Islam. versi lain Pemerintah Myanmar menganggap Rohingya berasal dari suku Bengal dan kedatangannya di Myanmar hanya sebagai produk imigrasi ilegal.

Baca juga : Tak Masuk Akal. Ini Alasan Biksu Wirathu Mengapa Sangat Benci Muslim Rohingya

Sebagai warga minoritas Muslim Myanmar di negara berpenduduk mayoritas pengikut Budha, keberadaan etnis Rohingya tidak diakui keberadaannya. Padahal dari sisi sejarah, fakta menunjukkan Rohingya sudah berada di Myanmar sebelum negara tersebut berdiri.

Berikut 10 informasi tentang etnis minoritas Muslim Rohingya seperti dilansir dari portal berita almesryoon.com:

Muncul istilah Rohingya pada tahun 1799. Ini sebagaimana diungkap lembaga peneliti Meddle East Institute.
Muslim Rohingya ada sebelum pembentukan negara bagian Rakhine (Arakan) di Myanmar.

Pemerintah Myanmar secara implisit mengizinkan berdirinya Gerakan 969. Gerakan 969 adalah kelompok Biksu Budha yang dikenal memberikan pembenaran moral untuk menumpahkan darah warga Muslim Rohingya, sebagaimana laporan Reuters.

Selama beberapa dekade, warga Rohingya menjadi korban diskriminasi rasial dan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok anti Muslim Rohingya. Mereka terdiri dari kelompok etnis Budha dan pejabat pemerintah pusat. Poin sama yang menjadikan mereka benci terhadap Rohingya, sama-sama membenci suku Bengal. Oleh karena itu, mereka menyebut Rohingya keturunan suku Bengal dengan maksud penghinaan.

Baca juga : Myanmar: Negara Fasis yang Bertekad Membasmi Muslim Rohingya

Adapun negara-negara tetangga, yang secara alami menjadi calon penampung pengungsi Rohingya, mereka tidak ingin menerima warga Rohingya secara permanen. Mereka beralasan tidak mencukupi tempat.
Pada tahun 1826 M, penjajah Inggris mencaplok wilayah barat daya Myanmar dan wilayah yang saat ini dihuni minoritas Rohingya.

Antara tahun 1948 dan 1961, warga Rohingya mencoba untuk melepaskan diri namun gagal.
Pada 1982, pemerintah setempat melegitimasi diskriminasi terhadap Rohingya, sebagaimana laporan Middle East Institute.

Adapun Bangladesh, negara mayoritas Muslim yang menjadi tujuan pengungsi Rohingya selama bertahun-tahun, telah mengungkapkan niat mereka menggusur kamp-kamp pengungsi Rohingya di perbatasan, yang berdiri sejak beberapa dekade. Bangladesh merupakan salah satu negara paling padat penduduknya, di samping pemerintahannya lemah dan ekonominya rapuh.

Sejak 2012, sebanyak 140.00 Rohingya melarikan diri dari barat daya Myanmar, setelah menjadi sasaran serangan berdarah ekstremis Budha. Sementara dunia internasional diam.

Baca juga : Heboh.. Malaysia Ajak Indonesia Perjuangkan Rohingya, Ini Kata Nadjib Rajak

(Visited 48 times, 1 visits today)
Loading...