Inilah Fakta Mengejutkan Tentang ‘SARACEN’ yang Tidak Banyak Diketahui

Posted on

Maidany.com – Saracen adalah istilah yang digunakan oleh orang Kristiani Eropa terutama pada Abad Pertengahan untuk merujuk kepada orang yang memeluk Agama Islam (tanpa memperdulikan ras atau sukunya).

Kata Saracen berasal dari Bahasa Yunani (Σαρακηνός), yang diduga berasal dari bahasa Arab شرقيين syarqiyyin (“orang-orang timur”), namun dugaan ini tidak memilik dasar yang kuat.

(Baca juga : Situs Penyebar Hoaks Saracen Belum Juga di Blokir Kominfo, Ada Apa?)

Istilah ini pertama kali dipakai pada awal masa Romawi Kuno untuk menyebutkan sebuah suku Arab di Semenanjung Sinai. Pada masa-masa berikutnya, orang-orang Kristen Romawi memperluas penggunaan ini untuk menyebut orang Arab secara keseluruhan.

Setelah berkembangnya agama Islam, terutama pada masa Perang Salib, istilah ini digunakan terhadap seluruh Muslim (orang Islam). Istilah ini telah disebarkan ke Eropa Barat oleh orang-orang Bizantium (Romawi Timur) dan Tentara Salib.

Pada lema ‘saracen’ yang terdapat dalam ‘Oxford Dictionaries’, tertera dua makna: 1) An Arab or Muslim, especially at the time of the Crusades; 2) A nomad of the Syrian and Arabian desert at the time of the Roman Empire.

Dalam bahasa Indonesia diartikan (1) seorang Arab atau muslim, terutama pada masa Perang Salib; (2) seorang pengembara gurun Suriah dan Arab pada masa Kekaisaran Romawi.

Disebutkan bahwa kata ‘saracen’ berasal dari bahasa Inggris Tengah yang diserap dari ‘sarrazin’ (Prancis Kuno). ‘Sarrazin’ dipungut dari Yunani ‘sarakenos’ yang diduga berakar dari bahasa Arab ‘syarqiyyin’ (orang-orang Timur).

Sumber lain menyebutkan bahwa kata itu pertama kali dipakai pada awal masa Romawi Kuno untuk menyebutkan sebuah suku Arab di Semenanjung Sinai. Pada masa-masa berikutnya, demikian disebutkan di Wikipedia, orang-orang Kristen Romawi memperluas penggunaan kata ini untuk menyebut orang Arab secara keseluruhan.

Setelah agama Islam berkembang, terutama pada masa Perang Salib, istilah ini digunakan untuk menyebut seluruh muslim, kemudian disebarkan ke Eropa Barat oleh orang-orang Bizantium (Romawi Timur) dan Tentara Salib.

Pada abad ke-18, seorang penulis dari Cambridge University, Inggris, bernama Simon Ockley, menulis tentang sejarah Saracen (The History of Saracens). Ockley hanya bercerita tentang orang-orang yang disebut sebagai Saracen.

“Awal mula kekaisaran Saracen diwariskan kepada kita oleh masa penulis-penulis Yunani,” tulis Ockley, yang pada bagian lain dia menyebutkan perlu ada penelitia lagi mengenai asal-muasal Saracen karena masih banyak hal yang diragukannya.

Secara umum, Ockley memaknai Saracen sebagai orang-orang Arab pengikut Nabi Muhammad. Ockley juga menceritakan tentang para Khalifah, misalnya kisah tentang Khalifah Usman yang juga disebutnya sebagai Saracen.

Di Inggris, tempat asal Ockley, orang Islam mulai tinggal dan menjalankan ajaran agamanya secara terbuka pertama kali pada abad ke-16. Kehadiran umat Islam di Inggris ini, menurut Ockley, akibat dikucilakannya Ratu Elizabeth dari Katolik Eropa oleh Paus Pius V, 1570.

(Baca juga : Heboh Beredar Tulisan “Ramalan Jayabaya yang Dipercaya Jadi Kenyataan”)

Pengucilan itu membuat Ratu Elizabeth bertindak di luar perintah Paus, yakni membolehkan umat Kristen berdagang dengan umat Islam, meski Paus melarangnya.

Sejak itu, banyak orang Inggris yang sebelumnya tidak tahu tentang Islam pun menjadi tahu, dengan menyebutnya sebagai kaum Saracen. Istilah ‘Islam’ maupun ‘muslim’ baru secara resmi diserap ke bahasa Inggris pada abad ke-17.

Sumber

(Visited 42 times, 1 visits today)
Loading...