Inilah Penjelasan Triawan Terkait Jargon “Saya Pancasila, Saya Indonesia” Yang Viral di Medsos

Posted on

Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, Lewat akun Instagramnya @triawanmunaf, menjelaskan soal pertimbangan dipilihnya jargon ‘Saya Pancasila, Saya Indonesia’. Dikarenakan sejumlah pihak mengkritik jargon ‘Saya Pancasila, Saya Indonesia’ yang digaungkan Pemerintah.

Triawan menyadari ada kekurangtepatan tata bahasa, namun jargon itu dibuat untuk anak muda, sehingga digunakan istilah yang mengena.

Berikut pernyataan lengkap Triawan:

Buat yang mengritik secara dahsyat bahwa ‘Saya Indonesia, saya Pancasila’ itu salah, dan seharusnya katanya “Saya Orang Indonesia, saya Pancasilais”, ini respon saya: Kami menggunakan idiom anak muda yg ‘Elliptic’ agar kena dan sesuai dengan apa yg mereka sering gunakan sehari-hari. Apalagi ini adalah slogan yang harus ‘catchy’.

Seperti istilah ‘A dream come true’, secara grammar harusnya ‘A dream (that has) come true’. Juga ‘a horse [that was] left behind atau ‘A day [that has/is] gone by’. Mungkin belum banyak yang paham mengenai hal tsb. Maklum bukan anak millennials. Dan terbukti slogan ini mendapat sambutan yg luar biasa hingga viral. Hanya anak millennials yg mengerti. Belum pernah sebelumnya kampanye Pancasila bisa diterima lewat pop-culture. Tidak basi seperti yang sudah-sudah.

Sedangkan bagi yang mengkritik bahwa pemilihan penggunaan kata ‘saya’ tidak ‘merangkul’, dan seharusnya menggunakan ‘kami’. Jawaban saya: penggunaan kata ‘SAYA Indonesia, SAYA Pancasila’ justru lebih mengikat secara personal akan KOMITMEN setiap jiwa warga negara dan tidak berlindung di belakang yang lain. Karena Pancasila seyogyanya ada di aliran darah dan di detak jantung SETIAP orang Indonesia. Saran saya bikin saja kampanye yang lebih bagus dan lebih kena untuk generasinya sendiri. Saya menghormati pendapat yang beragam. Pancasila mengajari kita untuk seragam dalam memahami keberagaman. Pancasila, aku padamu!

Triawan juga menambahkan seperti dilansir Detik.com. Senin (5/6/2017), “Kami menggunakan idiom anak muda yang ‘Elliptic‘ agar kena dan sesuai dengan apa yang mereka sering gunakan sehari-hari. Apalagi ini adalah slogan yang harus ‘catchy‘,”.

(Visited 45 times, 1 visits today)
Loading...