Mengharukan.. Ini Kata Terakhir Pelaku Pengeboman di Manchester Pada Ibunya

Posted on

Pada Senin (22/5) malam, Salman Abedi, pria berusia 22 tahun keturunan Libya yang dilaporkan menelepon ibunya beberapa jam sebelum insiden pengeboman di Manchester Arena, Inggris. Ia menghubungi ibunya dan meminta maaf.

 
Melalui sambungan telepon tersebut, Salman Abedi, jelas Samia, meminta maaf padanya. “Dia (Salman Abedi) sedang mengucapkan selamat tinggal,” kata juru bicara Deterrent Force Ahmed bin Salem, seperti dilaporkan laman The Telegraph, Jumat (26/5).

 
Setelah kejadian mulai mereda, badan anti-teror Libya, Deterrent Force, langsung menangkap dan menginterogasi kerabat Abedi, termasuk ibunya yang tinggal di Tripoli.

 
Ketika diinterogasi, Samia Tabbal (50 tahun), ibu Salman Abedi, mengatakan, anaknya menghubunginya beberapa jam sebelum inisiden Manchester Arena terjadi. Sebelumnya, Samia juga mengungkapkan kepada otoritas keamanan Libya, anaknya meninggalkan negara tersebut dan bertolak ke Inggris sekitar empat hari sebelum serangan Manchester Arena terjadi. Namun ia tak tahu menahu bahwa anaknya memiliki misi teror dalam kunjungannya ke Inggris.

 
Serangan bom Manchester Arena menewaskan 22 orang dan melukai puluhan lainnya. Pascakejadian tersebut Inggris meningkatkan status potensi ancaman teror dari parah ke level kritis atau level tertinggi. Hal tersebut perdana dilakukan Inggris dalam satu dekade terakhir.

 
Keluarga Salman Abedi merupakan pengungsi Libya yang melarikan diri ke Inggris untuk menghindari rezim Muammar Qadafi. Mereka diketahui kembali ke Libya setelah Qadafi lengser.

Sumber : Republika.co.id

(Visited 10 times, 1 visits today)
Loading...