Mengharukan! Serda Ucok: Silahkan Hukum Saya, Asalkan Jangan Dipecat Dari TNI!

Posted on

Maidany.com – Sebagian dari Anggota Kopassus yang tidak terima temannya dibunuh, melepaskan banyak tembakan kepada pelaku pembunuhan. Kejadian tersebut akhirnya menjadi pertanyaan, apakah tindakan tersebut tergolong kriminalitas atau bentuk kesetiakawanan? Berikut ini adalah kronologisnya.

Baca Juga : TEGAS! Ini Alasan TNI Selenggarakan Nobar Film G30S

Kejadian tersebut berawal dari penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya Serka Heru Santoso di Yogyakarta pada bulan Maret 2013 lalu. Kejadian tersebut membuat Serda Ucok merasa sakit. Tidak terima atas meninggalnya Serda Heru, Serda Ucok mengajak temannya untuk mencari pelaku pembunuhan tersebut.

Para pelaku penganiaya Heru diduga juga merupakan pelaku pembunuhan Sertu Sriyono, anggota Kodim Yogyakarta yang juga mantan Kopassus. Ia tewas sehari setelah meninggalnya Heru.

Serda ucok mengetahui keberadaan pelaku pembunuhan Heru dan penganiayaan Sriyono dari warga. Para pelaku berada berada di Lapas Kelas II B Cebongan.

Sesampainya di lokasi, Koptu Kodik dkk yang ikut mencari bersama Ucok memberikan senjata yang disimpan di mobil. Mereka menggunakan tiga senjata AK 47, serta 2 pucuk replika AK-47, dan juga sebuah pistol.

Pada pukul 00.00 WIB, para prajurit pasukan elit tersebut memasuki area Lapas dan menggedor pintu gerbang . Mereka mengaku sebagai aparat Polda DIY. Sebelumya kecurigaan sempat dirasakan petugas sipir. Akan tetapi, akhirnya membukakan pintu setelah diancam menggunakan senjata api.

Kemudian mereka masuk ke dalam bangunan Lapas. Mereka masuk ke lokasi blok penjara menggunakan kotak kunci yang diambil paksa dari Kepala Keamanan Lapas Cebongan.

Serda Ucok masuk blok A5, sedangkan 2 temannya, Serda Sugeng dan juga Koptu Kodik berjaga di luar. Mengetahui ada kelompok bersenjata tengah mencari Deki dan teman-temannya, sebanyak tiga puluh satu tahanan lainnya memisahkan diri dari kelompok Deki.

Lalu serda Ucok memberondong tembakan kepada para pelaku pembunuhan Serka Heru dan Sertu Sriyono itu. Hingga akhirnya Deki dan kawan-kawan tewas di tempat. Kemudian Para prajurit Kopassus dijatuhi hukuman 11 tahun penjara atas kasus pembunuhan napi di LP Cebongan. Selain itu beliau juga dipecat dari kesatuan Kopassus.

Hakim memutuskan Serda Ucok terbukti bersalah atas tindakan pembunuhan berencana kepada para tersangka pembunuhan Serka Heru Santoso.

Pada pembelaan pribadinya, beliau mengungkapkan bahwa ia tidak melakukan tindakan pidana melawan perintah atasan. Beliau membantas tindakannya sebagai pembunuhan berencana.

Baca Juga : HEBOH! Inilah Isi ‘WAG’ TNI AD Ajak Gelar Nobar Film G30S/PKI

Tak dapat dipungkiri, rentetan tembakan terhadap Deki telah terlanjur dilakukan. Beliau merasa ikhlas bila ternyata Ia harus menghadapi penjara dan siap bertanggung jawab walaupun harus dipenjara bertahun-tahun.

Sumber

(Visited 1,573 times, 2 visits today)
Loading...