MERINDING.. Seperti Ini Keadaan Orang Yang Suka Berhutang Tapi Malas Melunasi Hutangnya

Posted on

Kebanyakan manusia tidak terlepas dari yang namanya hutang piutang dalam kehidupan sehari-harinya. Ada yang dilapangkan rezekinya hingga berlimpah ruah dan ada pula yang dipersempit rezekinya, tidak dapat mencukupi kebutuhan pokoknya sehingga mendorongnya dengan terpaksa untuk berhutang atau mencari pinjaman dari orang-orang yang dipandang mampu dan bersedia memberinya pinjaman.

Sebab selalu ada yang membutuhkan dan ada pula yang dibutuhkan, demikianlah keadaan manusia sebagaimana sudah Allah tetapkan. Dalam pembelajaran Islam, hutang-piutang adalah muamalah yang dibolehkan, tapi diharuskan untuk berhati-hati dalam menerapkannya. Karena hutang bisa mengantarkan seseorang ke dalam surga, dan sebaliknya juga bisa menjerumuskan seseorang ke dalam api neraka.

Walaupun berhutang itu boleh, Islam menyuruh umatnya untuk menghindari hutang semaksimal mungkin. Karena menurut Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, hutang itu dapat menimbulkan pengaruh buruk dan bencana bagi pelakunya di dunia dan akhirat. Diantaranya:

– Hutang merupakan penyebab kesedihan di malam hari, dan kehinaan di siang hari.

– Hutang dapat membahayakan akhlaq. Maksudnya dapat menimbulkan perilaku yang buruk bagi orang yang suka berhutang, seperti suka berdusta dan ingkar janji.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, yang artinya : “Sesungguhnya seseorang apabila berhutang, maka dia sering berkata lantas berdusta, dan berjanji lantas memungkiri.” (HR. Al-Bukhari).

– Tanggungan Hutang Yang Dibawa Mati Tidak Akan Diampuni Oleh Allah Pada Hari Kiamat.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam: “Semua dosa orang yang mati syahid Akan diampuni (oleh Allah), kecuali hutangnya.” (HR. Muslim III/1502 no.1886, dari jalan Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhu).

– Orang Yang Mati Dalam Keadaan Memiliki Hutang Akan Terhalang Dan Tertunda Dari Masuk Surga.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : “Barangsiapa yang rohnya berpisah dari jasadnya (baca: meninggal dunia)dalam keadaan terbebas dari tiga hal, niscaya ia akan masuk surga, yaitu:

(1) Bebas dari sombong,
(2) Bebas dari khianat, dan
(3) Bebas dari tanggungan HUTANG.” (HR. Ibnu Majah II/806 no: 2412, dan At-Tirmidzi IV/138 no: 1573. Dan di-shahih-kan oleh syaikh Al-Albani).

– Pahala Kebaikan Orang Yang Mati Dalam Keadaan Berhutang Akan Menjadi Tebusan Bagi Hutangnya Pada Hari Kiamat.

Hal ini berdasarkan hadits shohih yang diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda yang artinya: “Barangsiapa meninggal dunia dalam keadaan menanggung hutang satu Dinar atau satu Dirham, maka dibayarilah (dengan diambilkan) dari kebaikannya; karena di sana tidak ada lagi Dinar dan tidak (pula) Dirham.”. (HR. Ibnu Majah II/807 no: 2414. dan di-shahih-kan oleh syaikh Al-Albani).

Demikianlah beberapa pengaruh buruk dan bahaya berhutang yang akan menimpa pelakunya di dunia dan akhirat.

Semoga Allah Ta’ala melindungi kita semua dari bahaya berhutang di dunia dan akhirat, dan mendapat rezeki yang lapang, halal dan berkah…Aminn.

(Visited 61 times, 3 visits today)
Loading...