Miris! Model Panas Jadi Panitia Asian Games 2018

Posted on

Maidany.com – SEA Games  2017 telah berlalu dan menyisakan kenangan buruk bagi dunia olahraga di Indonesia. Pasalnya kontingen atlit yang di kirimkan Indonesia ke Malaysia untuk bertanding di SEA Games 2017  gagal mencapai target perolehan mendali yang ditargetkan. Hasil akhir yang di peroleh menunjukkan prestasi terburuk Indonesia sejak mengikuti SEA Games pada 1977.

Baca juga : NGEYEL!! Padahal Sudah Diingatkan, Gara-gara SNSD Akhirnya Bikin Malu Satu Negara”

Belum lagi kenangan buruk di SEA Games hilang, lagi lagi dunia olahraga di kejutkan dengan kontroversi susunan panitia Asian Games 2018 yang akan berlangsung di Indonesia. Kejutan terjadi dalam susunan kepengurusan panitia Asian Games 2018, INASGOC. Dalam susunan kepengurusan, terdapat nama Sendy Mamahit. Dia dikenal sebagai presenter acara televisi, dan juga salah satu model panas di Indonesia.

Sendy ditempatkan di Divisi Arrival Departure and Hospitality Departement. Hal ini menjadi sorotan berbagai pihak termasuk Anggota Komisi X dari Fraksi PAN, Yayuk Basuki.

“Komisi X sudah curiga ketika panitia Asian Games membengkak jumlahnya dari 230 orang menjadi sekitar 500 orang. Coba investigasi latar belakang masing-masing orang yang tertera namanya pada SK Nomor 026/kep-panpel/pp-Inasgoc/VI/2017,” kata Yayuk dalam rilis yang diterima VIVA.co.id.

“Di dalamnya banyak nama-nama yang sangat diragukan kredibilitas dan kompetensinya bahkan di bawah Deputi 1. Ada model majalah dewasa dengan inisial ‘SM’ yang foto dan videonya dapat dengan mudah dilihat di internet dengan pose tidak senonoh,” lanjutnya.

Baca juga : “Selamat Jalan Suamiku”, Kisah Menyayat Hati, Baru Empat Jam Sudah Dishare Ribuan Kali !

Yayuk meminta Jusuf Kalla sebagai Ketua Dewan Pengarah mengevaluasi kembali dan mencari tahu siapa yang bertanggung jawab terhadap banyaknya orang yang tidak pantas masuk ke dalam kepanitiaan sebesar Asian Games, yang diharapkan akan membawa harum nama bangsa Indonesia.

“Kalau mau jujur coba lihat curriculum vitae para pengurus PB cabor, KONI, KOI, Satlak Prima dan Panpel Asian Games. Banyak di antara mereka bukan orang yang berkompeten untuk membesarkan prestasi olahraga Indonesia. Jadi jangan heran kalau posisi Indonesia dalam berkompetisi dengan atlet internasional akan semakin tersisih,” ucap Yayuk. (vv)

(Visited 72 times, 1 visits today)
Loading...