Peneliti Ekonomi : Starbucks Diboikot, Konsumen Di Indonesia Harus Lebih Cerdas

Posted on

Howard Mark Schultz, CEO Starbucks, terang-terangan mendukung dan mengkampanyekan kesetaraan kaum Lesbian, Gay, Biseksual dan Tranzgender (LGBT) dan pernikahan sejenis.

Hal ini membuat beberapa pihak di Indonesia mengusulkan untuk melakukan boikot karena ideologi dan pemahaman bisnis Starbucks bertentangan dengan ideologi bangsa Indonesia.

(Baca Juga : Serukan Boikot Starbucks di Indonesia, Ini Penjelasan Lengkap PP Muhammadiyah)

Aziz Setiawan, Peneliti Ekonomi Syariah School of Islamic Economics (STEI SEBI) menyatakan, usulan boikot terhadap satu brand atau kelompok dagang tertentu dinilai sah saja. Jika etika bisnis brand tersebut tidak sejalan dengan etika bangsa dan brand tersebut tidak menghormati budaya lokal masyarakat yang ada di sekitarnya.

Seperti halnya Starbucks, karena pada dasarnya prinsipnya LGBT juga sudah bertentangan dengan UU perkawinan Indonesia. “Saya kira itu sudah melanggar etika, nilai dan budaya. Wajar jika masyarakat bereaksi akan boikot,” ungkap Aziz saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (30/6).

Aziz menyatakan, konsumen berhak mendapatkan barang, produk, yang selain bisa dikonsumsi oleh mereka, juga dapat memberikan dampak positif pada lingkungan sosial yang baik. Karenanya Aziz mengimbau, kini sudah saatnya konsumen di Indonesia bisa lebih cerdas dalam mengonsumsi satu produk.

“Apalagi seorang muslim. Dampak sosial itu harus menjadi satu perhatian tersendiri. Nilai keberkahan itu sangat penting,” jelas Aziz.

Sebelumnya diberitakan, CEO Starbucks Howard Mark Schultz ketika pertemuan dengan para pemilik saham Starbucks Schultz secara tegas mempersilakan para pemegang saham yang tidak setuju dengan pernikahan sejenis untuk hengkang dari Starbucks.

Dilansir Republika, Marketing Communications dan CSR Manager, PT Sari Coffee Indonesia, selaku pemegang lisensi Starbucks Indonesia Yuti Resani menyampaikan jaringan kopi Starbucks Indonesia memastikan tetap sejalan dengan pihak manajemen Pusat Starbucks di Amerika Serikat yang memberi dukungan terhadap LGBT. Dia mengatakan pihaknya tetap menghargai keragaman dan kesetaraan dan berkomitmen sejalan dengan kebijakan manajemen Starbucks.

(Visited 51 times, 1 visits today)
Loading...