Potret 2 Pulau Reklamasi Agung Sedayu yang Abaikan Perintah Anies

Posted on

Maidany.com – Di Pulau D setidaknya ada 7 gardu listrik pintar PLN. Dari Jakarta Utara, pulau itu dihubungkan oleh jembatan beraspal sepanjang 1 kilometer.

Setelah melintasi jembatan, pandangan mata dihalangi pembatas jalan yang ditumpuk seng hijau. Hanya ada tiga pintu masuk dari jembatan tersebut.

Di bagian kanan Pulau D, sudah ada sub zona rumah kecil, sedang, besar, serta belasan flat dua lantai. Beberapa meter dari sana terlibat enam mobil Diesel Hammer yang menanamkan tiang pancang untuk pondasi bangunan bertingkat.

Sementara di sub zona campuran, sudah berdiri deretan gedung bertingkat tiga, yang direncanakan buat ruko dan perkantoran. Gedung itu sudah diberi nomor, dari Blok A hingga L. Di salah satu ruangan, tertempel spanduk lusuh memuat perintah penyegelan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Di tiap ruangan ada meteran listrik. Di area depannya sedang dikebut satu kawasan makanan.

Setidaknya ada enam pos satpam. Dan salah satu pos itu bertuliskan: Mediterania Pantai Indah Kapuk.

Fendy Prasetyo, salah seorang satpam, berkata bahwa setiap personel keamanan bekerja selama 12 jam.

“Ada seratus lebih satpam. Jumlah pastinya, atasan kami yang bisa jawab,” ujarnya, awal November lalu.

Ada ragam keterangan pada seragam satpam, termasuk dari Polda Metro Jaya.

“Saya persilakan Anda keluar pulau ini,” kata Fendy mengusir kami.

Menurutnya, tanpa izin, wartawan maupun warga dilarang memasuki Pulau D dan lokasi proyek. Ia menjelaskan, perizinan bisa diurus di Kantor Agung Sedayu Group, Harco Electronic Superstore Building lantai 4, kawasan Mangga Dua, Jakarta Pusat.

Seorang kolega Fendy bahkan meminta kami agar segera keluar dari Pulau D. “Areal sini kami sterilkan,” katanya.

Pulau D bakal dibangun seluas 312 hektare, sementara Pulau C sekitar 276 ha. Saat ini, pengurukan kedua pulau itu belum rampung. Pengembang properti kedua pulau buatan ini adalah PT Kapuk Naga Indah, perusahaan tentakel dari Agung Sedayu Group. Perusahaan asal Belanda, Witteveen Bos dan Royal HaskoningDHV, dikontrak untuk saran teknis reklamasi Pulau C dan D.

Nama Pulau C akan diubah menjadi Riverwalk Island. Konsepnya adalah permukiman yang dibelah kanal-kanal sungai, yang juga buatan. Rencananya, ia akan menampung sekitar 600 ribu jiwa. Sedangkan Pulau D bakal menjadi padang golf.

Kedua pulau itu bakal dijadikan kompleks pertokoan dan perumahan eksklusif. Kawasan ini terintegrasi dengan tujuh bisnis properti Agung Sedayu di Jakarta Utara: Bukit Golf Mediterania, Golf Residence Kemayoran, Menara Jakarta, Sedayu City di Kelapa Gading, The Mansion di Dukuh Golf Kemayoran, Ancol Mansion, dan Kelapa Gading Square.

Kuasa hukum PT Kapuk Naga Indah, Kresna Wasedanto, mengklaim bahwa sejak moratorium, tak ada aktivitas penggarapan proyek di Pulau C dan D. Ia masih menunggu instruksi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Pekerjaan enggak ada yang dilakukan, tuh. Kami setop sampai izin keluar dari Pak Anies. Setahu saya, sih, kami masih menunggu Raperda zonasi dan tata ruang. Belum ada pembangunan lagi,” ujarnya pada 9 November lalu.

Tentu hal itu berbanding terbalik dari observasi kami di kedua pulau tersebut. Kami menjumpai pembangunan yang dikebut di Pulau C dan D. Selain itu, ada beberapa kapal yang digunakan untuk reklamasi tapi tanpa vessel, salah satunya kapal bernama HY 09. Bahkan beberapa pipa keruk PT Emstec untuk penyalur pasir reklamasi disiagakan di belakang Pulau C.

Sumber

(Visited 52 times, 14 visits today)
Loading...