Rasulullah SAW, Informasi Gaib, dan Mualafnya Ibnu Salam

Posted on

Rasulullah SAW mendapat satu mu’jizat yang menjadi tanda kenabiannya dengan kemampuan mengetahui informasi-informasi yang gaib dan tak jamak diketahui banyak orang.

Menurut Imam as-Syaukani dalam kitab Irsyad ats-Tsiqat ila Ittifaq as-Syara’i’ ‘ala at-Tauhid wa al-Ma’ad wa an-Nubuwwat, informasi yang tak bisa disanggah oleh siapapun tersebut diperoleh Rasulullah dari Malaikat Jibril.

Biasanya, Jibril memberitahu Rasulullah baik dalam kondisi yang bisa diindera orang lain atau dengan cara Jibril berwujud sebagai manusia.

Di antara kisah kemampuan Rasul mengetahui hal-hal gaib tersebut seperti riwayat Imam Bukhari dari Anas bin Malik.

Kisah tersebut melibatkan Abdullah bin Salam, pemuka Yahudi, yang sengaja mendatangi Rasulullah di Madinah, untuk menguji dan memastikan kabar kenabian beliau. Terjadilah dialog sebagai berikut:

Ibnu Salam berkata,” Aku bertanya kepada wahai Muhammad, tiga pertanyaan yang jawabannya hanya diketahui oleh sosok nabi sungguhan, yaitu (pertama) apa saja tanda-tanda hari kiamat? (kedua)Apa menu makanan pertama yang dikonsumsi penduduk surga? (ketiga) Gen anak itu ikut ayah atau ibunya?”

“Baru saja Jibril memberitahuku,” kata Rasul.

“Sosok itu (Jibril) adalah musuh kaum Yahudi,” kata Ibnu Salam.

Rasul menjawab,” Tanda kiamat itu adalah adanya api yang menggiring manusia dari Timur ke Barat. Sedangkan menu pertama penduduk surga adalah potongan (terlezat) dari hati ikan. Soal gen anak, jika sperma sang ayah lebih dominan ketimbang sel telur perempuan, gen anak mengikuti sang ayah dan bila sel telur perempuan lebih dominan dari sperma ayahnya, gen anak cenderung ikut sang ibu.”

Seketika itu, Abdullah bin Salam segera berikrar syahadat dan memeluk Islam setelah mendengarkan jawaban-jawaban memuaskan dari Rasulullah SAW.

Sumber : Republika.co.id

(Visited 10 times, 1 visits today)
Loading...