Subhanallah.. Ternyata Bumi Pernah Alami 5 Kiamat, Kiamat ke 2 yang Bikin Merinding!

Posted on

Maidany.com – Bumi yang sudah berusia jutaan tahun ini ternyata pernah mengalami 5 kali “kiamat” yang cukup besar. Setidaknya 95% spesies yang ada di bumi ini punah saat itu. Kalau tidak, mungkin keanekaragaman hayati di bumi akan amat sangat beragam. Hewan besar seperti dinosaurus pun kemungkinan besar masih ada meski mengalami evolusi hingga beberapa kali.

Bencana-bencana besar yang ada di bumi seperti hujan meteor hingga gunung merapi purba meletus membuat spesies menurun dengan drastis. Ilmuwan menyebutnya sebagai kepunahan massal. Dari 540 juta tahun yang lalu hingga sekarang, bumi telah mengalami 5 kali “kiamat” yang sangat besar. Berikut ulasan selengkapnya!

(Baca juga : Heboh Jadi Tertawaan, Didepan Umum Megawati Panggil Presiden Dengan Sebutan “Dik”)

Peristiwa pertama kepunahan Kapur-Paleogen, peristiwa yang terjadi di bumi ini terjadi 65 juta tahun yang lalu. Peristiwa besar yang menyebabkan lebih dari 75% spesies di bumi ini bernama Kepunahan Kapur-Tersier. Kepunahan jutaan spesises di bumi waktu itu diprediksi terjadi akibat adanya letusan gunung api purba raksasa di India, selain itu tabrakan meteorit di Meksiko juga membuat suasana semakin parah.

Kepunahan terbanyak pada era ini terjadi pada hewan invertebrata di lautan seperti jenis udang-udangan, ammonite, hingga cumi-cumi. Jenis ikan juga mengalami penurunan cukup tajam, bahkan 90% spesies ikan punah. Hewan seperti serangga dan hanya beberapa saja yang bertahan. Jenis amfibi seperti Theatonius lancensis ikut punah hingga hanya menyisakan fosil saja. Peristiwa besar yang terjadi di zaman ini menandai akhirnya era Mesozokium dan bermulanya era Senozokium.

Peristiwa kedua Kepunahan Triassic-Jurassic. Salah satu kepunahan massal paling besar terjadi di antara zaman Triassic dan Jurassic. Atau diperkirakan terjadi 201 juta tahun yang lalu. Saat peristiwa ini terjadi setidaknya separuh spesises yang ada di bumi punah. Semuanya mati akibat adanya perubahan besar pada atmosfer. Sebanyak 34% spesies yang ada di lautan nggak bisa bertahan. Bahkan, banyak hewan amfibi di era itu yang juga tak mampu bertahan.

Berdasarkan teori yang dikembangkan oleh ilmuwan dan arkeolog. Musnahnya banyak sekali spesies di zaman itu terjadi akibat perubahan iklim yang ekstrem. Lalu kandungan air laut juga berubah hingga semakin asam. Selanjutnya ada dugaan tumbukan dengan asteroid yang sangat besar, salah satunya yang mengahsilakan kawah Rochechouart di Prancis. Terakhir dan menjadi pelengkap adalah adanya ledakan dari gunung api purba yang sangat dahsyat hingga menyumbang banyak karbondioksida dan sulfur dioksida ke udara.

(Baca juga : Wapres Jusuf Kala Turun Tangan Bantu Pengobatan Abu Bakar Ba’asyir)

Peristiwa ketiga Kepunahan Permian-Triassic. Peristiwa kepunahan yang terjadi pada zaman Permian-Triassic lebih sering disebut sebagai Great Dying atau kematian besar. Peristiwa ini terjadi sekitar 252 juta tahun yang lalu. Peristiwa yang terjadi pada masa ini dikenal sebagai salah satu kepunahan paling parah yang terjadi pada bumi. Setidaknya 96% spesises laut punah dalam waktu yang tak terlalu lama. Lalu 70% spesies hewan bertulang belakang juga punah.

Peristiwa ini benar-benar parah hingga butuh 10 juta tahun untuk pemulihan. Peristiwa paling parah dan mendekati kiamat akbar ini terjadi akibat letusan gunung berapi kuno yang ukurannya sangat besar. Selain itu ada fenomena Anoxia yang menyebabkan kandungan oksigen di lautan menjadi sangat kecil. Bencana ini akhirnya membentuk sebuah kejadian kompleks hingga kondisi bumi benar-benar tak bisa digunakan sebagai tempat hidup yang baik.

Peristiwa keempat Kepunahan Devonian Terakhir. Peristiwa kepunahan Devonian Terakhir atau Late Devonian adalah kejadian mengerikan lain di bumi. Setidaknya 375 juta tahun yang lalu bumi menjadi daratan yang tak layak huni hingga spesies yang mulai muncul dan melakukan invasi harus rela mati. Pada mas ini permukaan bumi mulai banyak dihuni oleh tumbuhan yang ukurannya besar-besar. Selain itu serangga juga mulai ada dan memenuhi isi bumi.

Penyebab kepunahan massal terjadi di era itu adalah adanya asteroid yang kemungkinan membombardir bumi dengan sangat mengerikan. Selanjutnya ada kenaikan permukaan air laut disertai menurunnya kadar oksigen di dalamnya. Hal-hal semacam ini membuat banyak spesises, terutama yang ada di lautan menjadi mati karena tak bisa mempertahankan diri menghadapi perubahan ekosistem.

Peristiwa kelima Kepunahan Ordovician-Silurian. Peristiwa Kepunahan Ordovcian-Silurian terjadi sekitar 455 juta tahun yang lalu. Peristiwa ini dikenal sebagai kepunahan massal terbesar kedua setelah Permian-Triassic. Saat kepunahan terjadi, setidaknya 85% spesies makhluk yang ada di dalam lautan punah. Semuanya tak kuat menerima perubahan alam yang sangat drastis secara cepat.

(Baca juga : PUSING ??!! Atasi Tanpa Obat. Share Manfaat Ini)

Beberapa hal yang menjadi pemicu kepunahan ini adalah adanya kenaikan permukaan air laut yang sangat signifikan. Suhu permukaan bumi yang meningkat menyebabkan es di kutub mencair dengan banyak. Penyebab lain adalah adanya aktivitas letusan gunung yang sangat banyak. Terakhir, ada pencemaran logam di air dan udara hingga menyebabkan rantai makanan terputus.

Kepunahan massal adalah hal yang sangat mengerikan. Semoga di era ini tidak akan ada kepunahan massal seperti di atas, apalagi jika dilakukan oleh sesama manusia. Naudzubillahi mindzalik..

Sumber

(Visited 78 times, 4 visits today)
Loading...