Terkait Korupsi, Presiden Jokowi Bicara Tentang Moralitas Sejumlah Pejabat

Posted on

Maidany.com – Presiden RI Joko Widodo menyampaikan rasa kecewanya setelah mengetahui adanya aparat pemerintah yang kembali diduga terlibat suap dan korupsi. Presiden pun meminta agar para pejabat negara tidak melakukan tindak korupsi lagi.

“Ya sangat mengecewakan dan ini perlu saya ingatkan kepada seluruh pejabat, agar tidak melakukan itu lagi,” tegas Presiden ditemui usai menghadiri pameran foto Pembangunan Infrastruktur Dalam Foto di Silang Monas, Jakarta, Ahad (27/8).

Menurut Presiden, dirinya telah berulang kali menyampaikan kepada seluruh menteri di Kabinet Kerja untuk memperbaiki sistem kerja dalam memberantas potensi tindak kriminal korupsi. Selain itu, Presiden juga mengingatkan korupsi dapat terjadi akibat kurangnya integritas maupun moralitas sejumlah pejabat kementerian atau lembaga negara.

Baca Juga : Tips Sederhana Cara Cepat Putar Uang untuk Para Pebisnis Pemula

“Coba, sudah berapa yang sudah ditangkap baik OTT (operasi tangkap tangan-red) oleh KPK ataupun Saber Pungli. Kan sudah bukan puluhan, sudah ratusan atau mungkin bahkan ribuan,” kata Presiden.

Presiden menyatakan hal itu terkait operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan tindak pidana korupsi terkait perizinan dan pengadaan proyek-proyek di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Hubla) Tahun Anggaran 2016-2017.

Baca Juga : Heboh.. Di Iran Orang Jelek Dilarang Jadi Guru, Seperti Inilah Peraturannya

Dalam operasi yang dilakukan pada Rabu (23/8) lalu itu, KPK mengamankan lima orang yakni Dirjen Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono (ATB), Komisaris PT Adhi Guna Keruktama (AGK) Adiputra Kurniawan (APK), Manajer Keuangan PT AGK S, Direktur PT AGK DG, dan Kepala Sub Direktorat Pengerukan dan Reklamasi W.

KPK mengamankan sejumlah uang tunai dan kartu anjungan tunai mandiri (ATM) dengan nilai total Rp 20 miliar. Sebelumnya pada Oktober 2016, Operasi Pemberantasan Pungli (OPP) juga menangkap enam pelaku terdiri atas beberapa petugas dari Ditjen Perhubungan Laut, kemudian satu calo yang terkait pungli pengurusan buku laut dan surat kapal.

Baca Juga : Kecewa Pemberantasan Koruptor Melemah, Prabowo: Saya akan Kejar Koruptor Sampai ke Ujung Dunia!

Dalam penangkapan itu, polisi mengamankan uang dengan jumlah Rp 60 juta dan dalam rekening penampungan sebanyak Rp 1,2 miliar.

Sumber

(Visited 58 times, 1 visits today)
Loading...