TERUNGKAP! Ditjen Imigrasi : Meski Paspor Ditarik, Habib Rizieq Tetap Dapat Tinggal di Arab Saudi

Posted on

Serangkaian upaya dilakukan Polri untuk memulangkan Habib Rizieq ke tanah air. Pasca ditolaknya Pengajuan Red Notice Polri ke Interpol, pihak kepolisian kembali berusaha mengajukan blue notice namun sepertinya akan menemui jalan buntu. Karena itulah Polri kemudian menempuh cara untuk memulangkan Habib Rizieq dengan mewacanakan pencabutan paspor milik Ulama Besar FPI itu.

Sayangnya, dengan tegas Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Agung Sampurno mengatakan bahwa pencabutan paspor tidak serta merta berarti dapat memaksa Habib Rizieq pulang ke Indonesia.

Hal ini dikarenakan ada perbedaan antara paspor dan izin tinggal seseorang. Paspor dikeluarkan oleh negara asal seseorang, sedangkan izin tinggal dikeluarkan oleh negara yang dikunjungi oleh seseorang.

“Mengenai kewenangan (pemulangan habib Rizieq), sangat bergantung dari pemerintah Arab Saudi sendiri. Paspor bisa ditarik oleh pemerintah Indonesia, tetapi tidak serta merta membatalkan izin tinggalnya,” kata Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Agung Sampurno Ahad, 18 Juni 2017 seperti dirilis kriminalitas.com.

Menurutnya, ijin tinggal habib Rizieq sepenuhnya merupakan kewenangan pemerintah Arab Saudi.

“Sehingga meski ditarik paspornya, belum tentu pemerintah Arab Saudi melakukan deportasi. Itu kewenangan pemerintah Arab Saudi, tidak satu negara pun yang bisa memaksa kewenangan untuk mendeportasi dari negara lain,” lanjutnya.

Selain itu, Agung juga meluruskan isu adanya upaya pembekuan paspor Habib Rizieq yang belakangan ini berkembang di masyarakat.

“Dalam terminologi keimigrasian, istilah pembekuan itu tidak ada, yang ada penarikan paspor. Sedangkan pencabutan paspor itu berlaku untuk seseorang yang telah meninggal dunia,” tandasnya.

(Visited 49 times, 1 visits today)
Loading...